Dari Reseller Baju Tanpa Modal Sekarang Omzetnya 4 Milyar

Tadinya Cuma Mau Bantu Orang Tua

Dua kakak beradik perempuan Florentia Jeanne dan Felicia Febry merupakan contoh remaja yang patut dicontoh. Berawal dari desakan untuk memenuhi kebutuhan biaya dan perlengkapan kuliah di bidang arsitektur, kakak beradik ini merintis bisnis fashion online tanpa modal alias nol Rupiah.

Awalnya mereka memulai usaha dari menjadi reseller pakaian sembari menjalani kuliah, kini usaha fashion keduanya berbuah manis bahkan kedua kakak beradik ini sukses membesarkan brand sendiri berlabel NoonaKu Signature, yang mampu menembus pasar Singapura. Dari ketekunan mereka di bisnis fashion ini, mereka mampu membelikan rumah untuk orang tuanya.

Ketika diwawancara, Felicia mengenang usaha fashion online ini awalnya dirintis setelah melihat temannya berjualan baju secara online lewat Facebook. “Bisa dapat keuntungan Rp 20 ribu per itemnya” kenang dia. Dari situ kemudian dia mengajak saudarinya untuk mencoba memulai usaha serupa untuk membantu orang tua mereka.

Menawarkan Produk Murah Berkualitas Untuk Menyasar Berbagai Kalangan

Kedua pemilik Brand NoonaKu Signature ini bercerita bahwa nama NoonaKu berasal dari kata Noona yang artinya anak perempuan dan Ku yang berarti kepemilikan Tuhan. Jadi, dapat diartikan NoonaKu Signature adalah Anak Perempuannya Tuhan. Karena brand ini berkaitan dengan nilai spiritual, ketika mendirikan bisnis fashion ini, mereka juga tak lupa menyisipkan nilai sosial. Target passar brand NoonaKu Signature terbilang cukup luas, karena harga yang terjangkau, dengan kisaran di bawah Rp 100.000.

Racikan harga fashion yang murah diakui Felicia dikarenakan dulu pada saat berkuliah mereka sulit menemukan pakaian bagus dengan harga yang terjangkau pada saat ingin berbelanja baju. Karena itulah mereka mencoba menawarkan pakaian-pakaian berkualitas tinggi dan model yang kekinian namun dengan harga yang murah dan terjangkau oleh berbagai kalangan.

Menurut mereka, keyakinan untuk memulai bisnis juga turut terbantu oleh perkembangan teknologi dan sedikit keberuntungan. Di era 2000-an, tren jual beli lewat telepon genggam Blackberry sedang booming. Beruntung, kedua kakak beradik ini mendapatkan HP Blackberry tersebut lewat doorprize pada saat menghadiri sebuah acara pernikahan. Ditambah lagi paman mereka yang saat itu juga mengganti HP lamanya lalu kemudian memberikan HP bekasnya kepada ponakannya. Kedua HP inilah yang kemudian menjadi tonggak bagi perjalanan bisnis rintisannya.

Jatuh Bangun Tapi Tetap Bersemangat

Perjalan bisnis NoonaKu Signature tidak selalu mulus, jatuh bangun di bidang bisnis maupun mental dirasakan kedua pendirinya. Harga yang relatif murah seringkali membuat para pembeli mengira produk NoonaKu Signature ini baju bekas. Selain itu, di awal memulai usaha, jual beli online masih dianggap pekerjaan sambilan. Bahkan Flo juga sempat dicibir karena sudah mengenyam pendidikan tinggi (universitas) namun masih juga memilih untuk menekuni profesi jualan online. Tapi keduanya tidak menyerah, malah mereka makin semangat untuk mengembangkan bisnis fashion mereka lewat berbagai ilmu yang dapat diterapkan dari kuliah mereka.

Penjualan online NoonaKu Project awalnya gencar dilakukan di fitur instant messaging dan sosial media, hingga akhirnya memanfaatkan platform marketplace Tokopedia. Dari strategi pemasaran secara online, bisnis fashion mereka berkembang pesat hari demi hari. Jika awal mula NoonaKu hanya dapat menjual sebanyak 30 baju, kini baju yang terjual bahkan bisa mencapai puluhan ribu dengan omzet mencapai Rp 4,3 miliar per tahun (data tahun 2016). Selain ranah penjualan online kini Noonaku juga berencana untuk mengembangkan sayap dengan mendirikan sebuah outlet di daerah Tangerang.

Tidak selalu soal keuntungan dan uang, bagi kakak beradik pendiri usaha fashion ini kepuasan batin pada saat bisa membantu banyak orang untuk mendapatkan uang lewat sistem reseller juga merupakan berkat tersendiri. “Reseller kami di sini banyak yang merupakan anak sekolahan. Kami senang bisa ikut mendukung orang berwirausaha secara online. Sebuah kebanggaan tersendiri bisa turut membantu menyejahterakan orang lain.”

Di era teknologi saat ini, sudah banyak sekali wanita yang gigih berusaha dan terbantu dengan perkembangan teknologi. Ibu rumah tangga yang masih mengasuh anak sekalipun dapat menjalani bisnis online berkat adanya gadget dan koneksi internet, yang terpenting adalah tekad berusaha dan kreatifitas untuk dapat menangkap peluang usaha yang dapat menyejahterakan keluarga, ungkap Flo.


Tagar: